Hewan kecil seperti tikus nyatanya dapat memunculkan kerugian besar pada pemilik mobil. Ini berlangsung bila tikus masuk ke ruang mesin serta menggigit beberapa elemen kabel kelistrikan yang ada. Nah, bila terlanjur insiden, berapakah biaya perbaikannya?
Diterangkan Service Manajer Auto2000 Cilandak, Suparna, biasa servis mobil sebab serangan tikus beragam tergantu tipe permasalahan yang ditemui.
"Bergantung seberapa banyak kerusakan karena gigitan. Jika cuma minor bisa kita ubah kabel yang rusak," terangnya pada detikOto.
Baca Juga : Biaya Kuliah UB
Tetapi bila gigitan tikus membuat banyak kabel rusak, diterangkan Parna tiddak ada langkah lain tidak hanya mengubah wiring set. "Ini yang lumayan mahal, dapat juta-an rupiah, serta belasan juta rupiah," sambungnya.
Nah, detikers tidak mau kan keluarkan uang begitu banyak cuma untuk melakukan perbaikan kerusakan kabel dikarenakan gigitan tikus? Karenanya rajin-rajinlah bersihkan mobil.
Suparna menjelaskan memang cukup sedikit menyusahkan jika lakukan hal tersebut. Dia merekomendasikan supaya mesin kadang-kadang di salon untuk jaga kebersihan. Tarifnya sekitar Rp 200 beberapa ribu.
"Jika belum pernah di salon mesin, selanjutnya kotor sekali, terkadang ada ranting, dedaunan masuk ke. Umumnya dari grille, selanjutnya tertiup ke ruangan mesin, tidak hanya beresiko mempunyai potensi dapat terbakar. Ke-2, tikus suka juga itu," papar Suparna.
Baca Juga : Universitas Brawijaya
Suparna menjelaskan dengan ruang yang bersih serta fresh tidak bisa menarik ketertarikan beberapa tikus untuk bersarang.
Mencegah lain yang dapat juga dikerjakan ialah memerhatikan lingkungan keadaan parkir. Seperti yang disampaikan Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi.
Bambang merekomendasikan pemilik mobil tidak simpan kendaraaannya dalam tempat yang banyak sampah, seperti bersisihan dengan tempat sampah atau di tempat yang terbuka, karena hewan pengerat itu mempunyai potensi masuk.
Thursday, February 20, 2020
Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess
Pemerintah Indonesia disebutkan merencanakan menjemput masyarakat negara Indonesia (WNI) yang tidak terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. Kementerian Luar Negeri akui terus komunikasi dengan otoritas Jepang.
"Tentu saja ada memberikan input serta alasan, terutamanya merujuk pada pandangan dari KBRI kita di Tokyo. KBRI terus melakukan komunikasi serta berhubungan dengan otoritas Jepang," kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah waktu dihubungi, Kamis (20/2/2020) malam.
Teuku menyebutkan selama ini telah ada 4 WNI yang positif terserang corona. Ia juga menyebutkan gagasan pemulangan WNI yang lain juga diulas lintas kementerian.
Baca Juga : Biaya Kuliah ITS
"4 yang positif (korona), gagasan pemulangannya telah diulas pagi barusan lintas kementerian di Kemenko PMK," katanya.
Teuku menjelaskan faksi Kementerian Luar Negeri juga mengemukakan hasil komunikasi dengann otoritas Jepang waktu rapat lintas kementerian. Selama ini belumlah ada ketetapan berkaitan langkah pemulangan WNI itu.
"Dari hasil komunikasi itu yang dikatakan dalam rapat bahasan pemulangan WNI kita, saya belum dengar ketetapannya," tutur Teuku.
Awalnya, Menko Pembangunan Manusia serta Kebudayaan Muhadjir Effendy menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengulas gagasan eksodus buat WNI yang negatif virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess yang ada di Jepang. Ketetapan eksodus akan diambil dalam tempo dekat.
Baca Juga : Institut Teknologi Surabaya
"Kita telah berikan pilihan ke bapak presiden serta presiden akan memperhitungkan 1-2 ini hari ketetapan di tangan beliau, saya percaya presiden akan memperhitungkan dengan jernih seperti pengalaman waktu kita ragu eksodus dari Wuhan, beliaulah yang membuat ketetapan paling akhir," tutur Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
Sekarang, ada 74 dari 78 WNI yang negatif Corona. Tetapi, bila juga dievaluasi ke Indonesia, mereka masih jalani pemantauan.
"Sehat dalam sinyal petik, berarti harus tetap ada pemantauan, bahkan bisa saja akan beda perlakuannya dibandingkan Wuhan," tutur Muhadjir.
"Tentu saja ada memberikan input serta alasan, terutamanya merujuk pada pandangan dari KBRI kita di Tokyo. KBRI terus melakukan komunikasi serta berhubungan dengan otoritas Jepang," kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah waktu dihubungi, Kamis (20/2/2020) malam.
Teuku menyebutkan selama ini telah ada 4 WNI yang positif terserang corona. Ia juga menyebutkan gagasan pemulangan WNI yang lain juga diulas lintas kementerian.
Baca Juga : Biaya Kuliah ITS
"4 yang positif (korona), gagasan pemulangannya telah diulas pagi barusan lintas kementerian di Kemenko PMK," katanya.
Teuku menjelaskan faksi Kementerian Luar Negeri juga mengemukakan hasil komunikasi dengann otoritas Jepang waktu rapat lintas kementerian. Selama ini belumlah ada ketetapan berkaitan langkah pemulangan WNI itu.
"Dari hasil komunikasi itu yang dikatakan dalam rapat bahasan pemulangan WNI kita, saya belum dengar ketetapannya," tutur Teuku.
Awalnya, Menko Pembangunan Manusia serta Kebudayaan Muhadjir Effendy menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengulas gagasan eksodus buat WNI yang negatif virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess yang ada di Jepang. Ketetapan eksodus akan diambil dalam tempo dekat.
Baca Juga : Institut Teknologi Surabaya
"Kita telah berikan pilihan ke bapak presiden serta presiden akan memperhitungkan 1-2 ini hari ketetapan di tangan beliau, saya percaya presiden akan memperhitungkan dengan jernih seperti pengalaman waktu kita ragu eksodus dari Wuhan, beliaulah yang membuat ketetapan paling akhir," tutur Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
Sekarang, ada 74 dari 78 WNI yang negatif Corona. Tetapi, bila juga dievaluasi ke Indonesia, mereka masih jalani pemantauan.
"Sehat dalam sinyal petik, berarti harus tetap ada pemantauan, bahkan bisa saja akan beda perlakuannya dibandingkan Wuhan," tutur Muhadjir.
Sunday, February 9, 2020
Kemlu Naikkan Travel Warning ke Singapura Jadi Kuning
Pemerintah Indonesia keluarkan status tingkat kesiagaan perjalanan alias travel warning ke Singapura jadi kuning. Ini mengejar naiknya status kesiagaan virus Corona di Singapura.
"Memberi respon perubahan penebaran virus Corona baru (2019-nCoV) di Singapura, status tingkat kesiagaan perjalanan dinaikkan jadi kuning," demikian bunyi info diambil dari situs sah Kementerian Luar Negeri, Senin (10/2/2020),
Baca Juga : Biaya Kuliah UM
Ada 4 status kesiagaan perjalanan, yakni hijau, kuning, oranye, serta merah. Kuning berarti tingkatkan kehati-hatian, sesaat yang tertinggi ialah merah, berarti tidak direferensikan pergi kesana.
Berkenaan dengan hal itu, Kementerian Luar Negeri menyarankan WNI yang sedang atau akan melancong ke Singapura supaya tingkatkan kesiagaan serta lakukan langkah mencegah penebaran virus itu.
"Diantaranya dengan memelihara stamina fisik serta psikis, jaga kebersihan diri serta lingkungan, teratur membersihkan tangan, memakai masker, kurangi kegiatan di luar rumah, dan menghindarkan hubungan dengan keramaian publik," ucapnya.
Kemenlu menyarankan supaya WNI mengontak KBRI Singapura di nomor +65 67377422 jika ada persoalan genting waktu ada di Singapura
Dalam keadaan genting, Anda dapat memakai Tombol Genting aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri untuk mengontak Perwakilan RI disebut.
Baca Juga : Universitas Negeri Malang
Sudah diketahui, pada 7 Februari 2020, Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) sudah tingkatkan penilaian efek Disease Outbreak Response Sistem Condition (DORSCON) dari warna kuning jadi warna oranye. Penentuan ini dilandasi oleh terkonfirmasinya penambahan masalah yang terinfeksi 2019-nCoV di Singapura dan terdapatnya bukti jika beberapa masalah infeksi itu berbentuk lokal yang tidak mempunyai jalinan dengan masalah awalnya atau mungkin tidak mempunyai kisah perjalanan ke RRT.
Dengan penentuan tanda DORSCON jadi warna oranye itu, wabah 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV) sudah digolongkan jadi virus yang beresiko hingga pemerintah Singapura akan lakukan beberapa langkah perlakuan serta mencegah buat kurangi efek transmisi virus selanjutnya.
"Memberi respon perubahan penebaran virus Corona baru (2019-nCoV) di Singapura, status tingkat kesiagaan perjalanan dinaikkan jadi kuning," demikian bunyi info diambil dari situs sah Kementerian Luar Negeri, Senin (10/2/2020),
Baca Juga : Biaya Kuliah UM
Ada 4 status kesiagaan perjalanan, yakni hijau, kuning, oranye, serta merah. Kuning berarti tingkatkan kehati-hatian, sesaat yang tertinggi ialah merah, berarti tidak direferensikan pergi kesana.
Berkenaan dengan hal itu, Kementerian Luar Negeri menyarankan WNI yang sedang atau akan melancong ke Singapura supaya tingkatkan kesiagaan serta lakukan langkah mencegah penebaran virus itu.
"Diantaranya dengan memelihara stamina fisik serta psikis, jaga kebersihan diri serta lingkungan, teratur membersihkan tangan, memakai masker, kurangi kegiatan di luar rumah, dan menghindarkan hubungan dengan keramaian publik," ucapnya.
Kemenlu menyarankan supaya WNI mengontak KBRI Singapura di nomor +65 67377422 jika ada persoalan genting waktu ada di Singapura
Dalam keadaan genting, Anda dapat memakai Tombol Genting aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri untuk mengontak Perwakilan RI disebut.
Baca Juga : Universitas Negeri Malang
Sudah diketahui, pada 7 Februari 2020, Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) sudah tingkatkan penilaian efek Disease Outbreak Response Sistem Condition (DORSCON) dari warna kuning jadi warna oranye. Penentuan ini dilandasi oleh terkonfirmasinya penambahan masalah yang terinfeksi 2019-nCoV di Singapura dan terdapatnya bukti jika beberapa masalah infeksi itu berbentuk lokal yang tidak mempunyai jalinan dengan masalah awalnya atau mungkin tidak mempunyai kisah perjalanan ke RRT.
Dengan penentuan tanda DORSCON jadi warna oranye itu, wabah 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV) sudah digolongkan jadi virus yang beresiko hingga pemerintah Singapura akan lakukan beberapa langkah perlakuan serta mencegah buat kurangi efek transmisi virus selanjutnya.
@TMCPoldaMetro Salah Posting Foto soal Banjir
Account Twitter @TMCPoldaMetro sempat memberi info yang salah berkaitan banjir di Jl RE Martadinata, Jakarta Utara, Sabtu (8/2) kemarin. Polda Metro Jaya mohon maaf berkaitan hal tersebut serta mengaku terdapatnya kekeliruan info yang dicuitkan oleh account @TMCPoldaMetro.
"Memang benar hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020 pagi berlangsung salah pemberian info mengenai banjir di Jalan Martadinata, Ancol, Jakut yang sebaiknya waktu itu insiden banjir di Jalan Yosudarso, Jakut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam infonya pada wartawan, Senin (10/2/2020)
Baca Juga : Biaya kuliah UNAIR
Yusri menyebutkan admin @TMCPoldaMetro tidak jeli dalam menyaring info yang masuk, hingga ada kekeliruan dalam pengutaraan info ke warga lewat account Twitter itu. TMC Polda Metro Jaya dikatakannya juga mohon maaf dengan terbuka di sosial media.
"Admin tidak menyimak dengan cermat benar informasi yang masuk hingga berlangsung semacam itu. Setelah itu Admin TMC Polda sudah mem-posting kembali permintaan maaf dari admin TMC serta telah dikatakan di sosmed," jelas Yusri.
Posting-an yang disebut ialah posting-an pada Sabtu (8/2) tempo hari. Saat itu, account @TMCPoldaMetro memberi info masalah banjir di Jl RE Martadinata, Jakarta Utara dengan upload satu photo.
"08.30 #Banjir di Jl RE Martadinata di ke-2 arahnya, sekarang cuma dapat dilintasi kendaraan Besar," demikian cuitan @TMCPoldaMetro yang dibarengi upload photo itu.
Baca Juga : Universitas Airlangga
Tetapi cuitan TMC Polda Metro Jaya ini selanjutnya ditanggapi oleh beberapa netizen. Netizen menyebutkan, jika photo yang di-posting account TMC Polda Metro Jaya bukan photo banjir, tetapi Kali Ancol.
Mendapatkan banyak komentar dari netizen, admin account TMC Polda Metro Jaya selanjutnya mengoreksinya. Upload photo itu sudah dihapus dari posting-an di account TMC Polda Metro.
"Minta Maaf, berlangsung kekeliruan dlm memberi info Banjir di hari Sabtu tgl 9 Februari 2020 jam 08.30 wib, di Jl. RE Martadinata Ancol Jakut. (TMC Polda Metro Jaya)," catat account @TMCPoldaMetro.
"Memang benar hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020 pagi berlangsung salah pemberian info mengenai banjir di Jalan Martadinata, Ancol, Jakut yang sebaiknya waktu itu insiden banjir di Jalan Yosudarso, Jakut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam infonya pada wartawan, Senin (10/2/2020)
Baca Juga : Biaya kuliah UNAIR
Yusri menyebutkan admin @TMCPoldaMetro tidak jeli dalam menyaring info yang masuk, hingga ada kekeliruan dalam pengutaraan info ke warga lewat account Twitter itu. TMC Polda Metro Jaya dikatakannya juga mohon maaf dengan terbuka di sosial media.
"Admin tidak menyimak dengan cermat benar informasi yang masuk hingga berlangsung semacam itu. Setelah itu Admin TMC Polda sudah mem-posting kembali permintaan maaf dari admin TMC serta telah dikatakan di sosmed," jelas Yusri.
Posting-an yang disebut ialah posting-an pada Sabtu (8/2) tempo hari. Saat itu, account @TMCPoldaMetro memberi info masalah banjir di Jl RE Martadinata, Jakarta Utara dengan upload satu photo.
"08.30 #Banjir di Jl RE Martadinata di ke-2 arahnya, sekarang cuma dapat dilintasi kendaraan Besar," demikian cuitan @TMCPoldaMetro yang dibarengi upload photo itu.
Baca Juga : Universitas Airlangga
Tetapi cuitan TMC Polda Metro Jaya ini selanjutnya ditanggapi oleh beberapa netizen. Netizen menyebutkan, jika photo yang di-posting account TMC Polda Metro Jaya bukan photo banjir, tetapi Kali Ancol.
Mendapatkan banyak komentar dari netizen, admin account TMC Polda Metro Jaya selanjutnya mengoreksinya. Upload photo itu sudah dihapus dari posting-an di account TMC Polda Metro.
"Minta Maaf, berlangsung kekeliruan dlm memberi info Banjir di hari Sabtu tgl 9 Februari 2020 jam 08.30 wib, di Jl. RE Martadinata Ancol Jakut. (TMC Polda Metro Jaya)," catat account @TMCPoldaMetro.
Suami Pura-pura Syok Istri Tewas Padahal Dia Pembunuhnya
Pria berinisial H awalannya pura-pura syok waktu tahu istrinya meninggal sebab dibunuh. Waktu dijelajahi, nyatanya H jadi dalang pembunuhan istrinya berinisial AS di Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Direktur Reserse Kriminil Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung Kombes M Barly Ramadhani menjelaskan ada 4 orang terduga dalam masalah pembunuhan AS. AS meninggal dibunuh dengan ditikam senjata tajam.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNDIP
"Dari gelar masalah yang kita kerjakan, ada 2 aktor penting, 2 yang lain ikut menolong yaitu mengantarkan aktor serta memperhatikan kondisi (waktu pembunuhan)," tutur Kombes Barly waktu dihubungi, Senin (10/2/2020).
Pembunuhan berlangsung dalam suatu jalan dekat perkebunan di Tanjung Bintang, Lampung Selatan H ajak C berencana pembunuhan pada istri H.
Istri H disebutkan sering tuntut masalah masalah rumah tangga. H sendiri didapati menikah untuk ke-2 kalinya.
"Motif sakit hati sebab korban menntut beberapa hal dengan perekonomian. H memang istrinya dua, istri ke-2 lebih mapan dibandingkan korban (istri pertama) hingga korban tuntut beberapa hal masalah rumah tangga," tutur Barly.
Aktor H bersama dengan C menganiaya AS sampai meninggal pada Rabu (5/2). C terlebih dulu memukul AS sampai terjatuh. H selanjutnya menikam istrinya itu.
Baca Juga : Universitas Diponegoro
"C memukul lantas korban jatuh serta ditikam H," ucap Barly.
Awalnya Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, pembunuhan dilatarbelakangi masalah poligami. AS menampik suaminya menikah serta balik tuntut supaya diceraikan. Aktor H disebutkan pura-pura syok waktu jasad istrinya dibawa ke rumah.
"Aktor pura-pura syok, pura-pura susah serta waktu dikasih uang duka," kata Pandra terpisah.
Atas tindakannya beberapa terduga dijaring Klausal 340 KUHP mengenai pembunuhan merencanakan.
Direktur Reserse Kriminil Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung Kombes M Barly Ramadhani menjelaskan ada 4 orang terduga dalam masalah pembunuhan AS. AS meninggal dibunuh dengan ditikam senjata tajam.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNDIP
"Dari gelar masalah yang kita kerjakan, ada 2 aktor penting, 2 yang lain ikut menolong yaitu mengantarkan aktor serta memperhatikan kondisi (waktu pembunuhan)," tutur Kombes Barly waktu dihubungi, Senin (10/2/2020).
Pembunuhan berlangsung dalam suatu jalan dekat perkebunan di Tanjung Bintang, Lampung Selatan H ajak C berencana pembunuhan pada istri H.
Istri H disebutkan sering tuntut masalah masalah rumah tangga. H sendiri didapati menikah untuk ke-2 kalinya.
"Motif sakit hati sebab korban menntut beberapa hal dengan perekonomian. H memang istrinya dua, istri ke-2 lebih mapan dibandingkan korban (istri pertama) hingga korban tuntut beberapa hal masalah rumah tangga," tutur Barly.
Aktor H bersama dengan C menganiaya AS sampai meninggal pada Rabu (5/2). C terlebih dulu memukul AS sampai terjatuh. H selanjutnya menikam istrinya itu.
Baca Juga : Universitas Diponegoro
"C memukul lantas korban jatuh serta ditikam H," ucap Barly.
Awalnya Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, pembunuhan dilatarbelakangi masalah poligami. AS menampik suaminya menikah serta balik tuntut supaya diceraikan. Aktor H disebutkan pura-pura syok waktu jasad istrinya dibawa ke rumah.
"Aktor pura-pura syok, pura-pura susah serta waktu dikasih uang duka," kata Pandra terpisah.
Atas tindakannya beberapa terduga dijaring Klausal 340 KUHP mengenai pembunuhan merencanakan.
Fakta Videografer Korban Pembunuhan di Cianjur
Beberapa waktu ini Cianjur digemparkan dengan penemuan jasad pria di pelataran toko di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pria itu dibunuh beberapa orang.
Ini fakta-fakta berkaitan korban:
1. Masyarakat Sirnagalih Cianjur Ini Cedera di Kepala
Korban yang didapati namanya Muhammad Rega (31) diketemukan bersimbah darah serta penuh cedera dibagian kepala seputar jam 04.00 WIB oleh seorang masyarakat yang lewat. Masyarakat langsung memberikan laporan pada polisi.
Kapolsek Cilaku Kompol S Lubis menjelaskan korban yang disebut masyarakat Perumahan Bumi Mas, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Korban disangka dikeroyok.
Di bagian kepala korban ada tiga cedera robek karena hantaman benda tumpul. Disamping itu di bagian muka korban ada memar.
"Sangkaan sesaat pria itu korban pengeroyokan. Korban wafat karena cedera serius di kepala karena hantaman benda tumpul," kata Lubis.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNNES
2. Profesinya Videografer
Muhammad Rega yang diketemukan meninggal di pelataran ruko di Jalan Cianjur-Sukabumi, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, nyatanya adalah seorang videografer. Sejauh ini Rega sering membikinkan video klip untuk group band sampai membuat content video serta koreksi untuk Youtuber lokal.
"Iya ia kerja freelance, seringkali buat video begitu bikin band serta untuk di YouTube. Terkadang ia disuruh untuk jadi photografer," tutur Zenal Mustofa (50), mertua korban.
Menurutnya, hasil video yang dibikin serta diedit oleh menantunya itu seringkali tampil di salah satunya aliran tv di Jawa Barat. "Seringkali diputar di tv Jawa Barat, tetapi saya lupa band nya apa yang ia buat video klipnya. Anaknya memang tekun jika telah kerja, hingga hasilnya optimal," papar Zenal.
3. Meninggalkan Satu Anak serta Istri Hamil
Rega tinggalkan istri serta seorang anak wanita yang masih kecil. Anak pertama dari pernikahannya dengan Teti Maryam (25) sekarang masih berusia 3 tahun. Sang istrinya juga tengah memiliki kandungan anak keduanya, umur kandungan itu mencapai bulan ke enam.
Tetapi nahas, keluarga kecil itu harus dibiarkan oleh figur ayah karena disangka jadi korban pengeroyokan sampai wafat. Zenal Mustofa (50), mertua korban, mengutarakan semenjak memperoleh berita wafatnya Rega ini, Teti sering menangis serta merenungi kepergian suami tercintanya itu.
"Awalannya masih dapat tegar, tetapi barusan pagi waktu saya akan pergi ke kamar mayat RSUD Sayang Cianjur, anak saya kelihatan murung serta melamun, kadang-kadang menangis," kata Zenal.
Baca Juga : Universitas Negeri Semarang
4. Tidak Mempunyai Lawan
Keluarga percaya jika Rega dibunuh oleh orang yang tidak diketahui. Pasalnya korban tidak mempunyai lawan serta persoalan dengan siapa saja.
Setiap hari korban cuma ada di muka computer, kerjakan pekerjaan koreksi video atau cari rujukan saat membuat video selanjutnya. Hingga keluarga juga yakini korban tidak mempunyai lawan, lebih karakter korban yang condong lugu.
Serta, menurut Mereka Naufal (21), adik korban, menjelaskan jika kakaknya itu lebih menyibukkan diri kerja. "Setiap hari di dalam rumah, kalaulah nongkrong umumnya sama saya. Semenjak nikah, ia memang lebih konsentrasi kerja," kata Naufal.
Berkaitan masalah itu, lanjut Naufal, faksi keluarga telah menyerahkan pada polisi. Tetapi ia mengharap masalah ini selekasnya tersingkap serta aktor dapat diamankan untuk diolah hukum.
Ini fakta-fakta berkaitan korban:
1. Masyarakat Sirnagalih Cianjur Ini Cedera di Kepala
Korban yang didapati namanya Muhammad Rega (31) diketemukan bersimbah darah serta penuh cedera dibagian kepala seputar jam 04.00 WIB oleh seorang masyarakat yang lewat. Masyarakat langsung memberikan laporan pada polisi.
Kapolsek Cilaku Kompol S Lubis menjelaskan korban yang disebut masyarakat Perumahan Bumi Mas, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Korban disangka dikeroyok.
Di bagian kepala korban ada tiga cedera robek karena hantaman benda tumpul. Disamping itu di bagian muka korban ada memar.
"Sangkaan sesaat pria itu korban pengeroyokan. Korban wafat karena cedera serius di kepala karena hantaman benda tumpul," kata Lubis.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNNES
2. Profesinya Videografer
Muhammad Rega yang diketemukan meninggal di pelataran ruko di Jalan Cianjur-Sukabumi, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, nyatanya adalah seorang videografer. Sejauh ini Rega sering membikinkan video klip untuk group band sampai membuat content video serta koreksi untuk Youtuber lokal.
"Iya ia kerja freelance, seringkali buat video begitu bikin band serta untuk di YouTube. Terkadang ia disuruh untuk jadi photografer," tutur Zenal Mustofa (50), mertua korban.
Menurutnya, hasil video yang dibikin serta diedit oleh menantunya itu seringkali tampil di salah satunya aliran tv di Jawa Barat. "Seringkali diputar di tv Jawa Barat, tetapi saya lupa band nya apa yang ia buat video klipnya. Anaknya memang tekun jika telah kerja, hingga hasilnya optimal," papar Zenal.
3. Meninggalkan Satu Anak serta Istri Hamil
Rega tinggalkan istri serta seorang anak wanita yang masih kecil. Anak pertama dari pernikahannya dengan Teti Maryam (25) sekarang masih berusia 3 tahun. Sang istrinya juga tengah memiliki kandungan anak keduanya, umur kandungan itu mencapai bulan ke enam.
Tetapi nahas, keluarga kecil itu harus dibiarkan oleh figur ayah karena disangka jadi korban pengeroyokan sampai wafat. Zenal Mustofa (50), mertua korban, mengutarakan semenjak memperoleh berita wafatnya Rega ini, Teti sering menangis serta merenungi kepergian suami tercintanya itu.
"Awalannya masih dapat tegar, tetapi barusan pagi waktu saya akan pergi ke kamar mayat RSUD Sayang Cianjur, anak saya kelihatan murung serta melamun, kadang-kadang menangis," kata Zenal.
Baca Juga : Universitas Negeri Semarang
4. Tidak Mempunyai Lawan
Keluarga percaya jika Rega dibunuh oleh orang yang tidak diketahui. Pasalnya korban tidak mempunyai lawan serta persoalan dengan siapa saja.
Setiap hari korban cuma ada di muka computer, kerjakan pekerjaan koreksi video atau cari rujukan saat membuat video selanjutnya. Hingga keluarga juga yakini korban tidak mempunyai lawan, lebih karakter korban yang condong lugu.
Serta, menurut Mereka Naufal (21), adik korban, menjelaskan jika kakaknya itu lebih menyibukkan diri kerja. "Setiap hari di dalam rumah, kalaulah nongkrong umumnya sama saya. Semenjak nikah, ia memang lebih konsentrasi kerja," kata Naufal.
Berkaitan masalah itu, lanjut Naufal, faksi keluarga telah menyerahkan pada polisi. Tetapi ia mengharap masalah ini selekasnya tersingkap serta aktor dapat diamankan untuk diolah hukum.
Tembakan pada Kaca di Rutan Cipinang Jaktim
Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur disangka ditembaki oleh orang tidak diketahui (OTK) pagi hari barusan. Sisa peluru penembakan membekas di kaca jendela.
Pengamatan detikcom di Rutan Cipinang, Jl Bekasi Timur Raya, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, Senin (010/2/2020) jam 13.00 WIB, beberapa aparat polisi dari Polres Jakarta Timur lakukan olah TKP. Olah TKP di pimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Adriyan serta Kasat Reskrim AKBP Heri Purnomo.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNSOED
Beberapa polisi terlihat mencari benda disangka peluru di dekat jendela yang ditembak OTK. Sampai jam 13.30 WIB, belum diketemukan terdapatnya benda yang disangka jadi pemicu 'compel' kaca jendela Rutan.
Sesaat terlihat pada sebidang kaca, dua titik sisa 'tembakan'. Tetapi kaca terlihat utuh tidak ada retakan maupun pecah jendela.
Kelihatan dua titik compel pada kaca. Sisa 'tembakan' terlihat membuat bulatan.
Awalnya dikabarkan, penembakan di Rutan Klas I Cipinang berlangsung seputar jam 02.00 WIB pagi hari barusan. Karutan Cipinang Muhammad Ulin Nahu menyangka penembakan datang dari senjata tipe airsoft gun.
"Disangka ada penembakan yang peluang berbentuk airsoft gun," kata Muhammad Ulin waktu dihubungi detikcom, Senin (10/2/2020).
Saat itu ada petugas yang dengar bunyi yang tentang kaca. Tetapi tidak muncul kerusakan karena insiden itu.
Baca Juga : Universitas Jenderal Soedirman
"Jam 02.00 WIB pagi itu ada yang dengar suara kecil 'cetek' begitu," katanya.
Sesaat Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardiyan menjelaskan, faksinya masih menyelidik insiden itu. Arie menyebutkan, tidak ada saksi yang dengar suara petugas senjata yang memberikan indikasi terdapatnya penembakan.
"Saat itu ada yang menjaga, tapi tidak ada yang dengar suara letusan shooting," jelas Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardiyan pada detikcom, Senin (10/2/2020).
Pengamatan detikcom di Rutan Cipinang, Jl Bekasi Timur Raya, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, Senin (010/2/2020) jam 13.00 WIB, beberapa aparat polisi dari Polres Jakarta Timur lakukan olah TKP. Olah TKP di pimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Adriyan serta Kasat Reskrim AKBP Heri Purnomo.
Baca Juga : Biaya Kuliah UNSOED
Beberapa polisi terlihat mencari benda disangka peluru di dekat jendela yang ditembak OTK. Sampai jam 13.30 WIB, belum diketemukan terdapatnya benda yang disangka jadi pemicu 'compel' kaca jendela Rutan.
Sesaat terlihat pada sebidang kaca, dua titik sisa 'tembakan'. Tetapi kaca terlihat utuh tidak ada retakan maupun pecah jendela.
Kelihatan dua titik compel pada kaca. Sisa 'tembakan' terlihat membuat bulatan.
Awalnya dikabarkan, penembakan di Rutan Klas I Cipinang berlangsung seputar jam 02.00 WIB pagi hari barusan. Karutan Cipinang Muhammad Ulin Nahu menyangka penembakan datang dari senjata tipe airsoft gun.
"Disangka ada penembakan yang peluang berbentuk airsoft gun," kata Muhammad Ulin waktu dihubungi detikcom, Senin (10/2/2020).
Saat itu ada petugas yang dengar bunyi yang tentang kaca. Tetapi tidak muncul kerusakan karena insiden itu.
Baca Juga : Universitas Jenderal Soedirman
"Jam 02.00 WIB pagi itu ada yang dengar suara kecil 'cetek' begitu," katanya.
Sesaat Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardiyan menjelaskan, faksinya masih menyelidik insiden itu. Arie menyebutkan, tidak ada saksi yang dengar suara petugas senjata yang memberikan indikasi terdapatnya penembakan.
"Saat itu ada yang menjaga, tapi tidak ada yang dengar suara letusan shooting," jelas Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardiyan pada detikcom, Senin (10/2/2020).
Subscribe to:
Posts (Atom)






